• Pemesanan
  • Customer Care
  • Produk Kita
  • Katalog Motor
Menerobos Banjir dengan Motor Adalah Keputusan Berisiko Tinggi

Menerobos Banjir dengan Motor Adalah Keputusan Berisiko Tinggi

Kamis, 28 Mei 2026

Ketika musim hujan datang biasanya akan ada hal lain yang datang juga yaitu banjir. Banjir umumnya terjadi di beberapa wilayah Indonesia dan salah satunya adalah Jakarta, jika dalam beberapa hari hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama tentu saja genangan air sampai banjir sering terjadi di Jakarta. Menerobos banjir sering kali dianggap sebagai hal biasa oleh banyak pengendara motor di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bekasi. Namun, dibalik sikap "cuek" tersebut, ada risiko kerusakan fatal yang bisa menguras kantong hingga jutaan rupiah.

Bolehkah Sepeda Motor Menerobos Banjir?

Secara teknis menerobos banjir sebenarnya boleh saja, asal batasannya di bawah knalpot yang berarti dibawah TB atau maksimal seperempat roda, jika lebih dari knalpot tentu saja akan berisiko tinggi menyebabkan mesin mati (mogok), kerusakan komponen mesin, hal ini sangat berbahaya.

Motor Mogok dan Batas Aman Banjir

Penyebab utama motor mogok saat banjir adalah masuknya air melalui knalpot. Saat banjir kalian cukup gas dengan konstan, walaupun banyak pengendara melakukan kesalahan dengan menggeber gas saat di tengah banjir. Padahal, jika gas tertutup atau tidak stabil, tekanan udara berbalik dan justru menyedot air masuk ke ruang bakar. Selain knalpot, air juga bisa masuk melalui filter udara dan mengganggu sistem kelistrikan motor.

Terkadang kita hanya fokus terhadap mesinnya saja, padahal jika motor kita matic, kita juga wajib memperhatikan kondisi CVT, karena mau bagaimanapun juga CVT bisa rusak ketika menerobos banjir.

Kontaminasi Oli dan Bensin yang Tercampur dengan Air

Air yang masuk ke mesin akan bercampur dengan oli, mengubah warnanya menjadi putih seperti "kopi susu". Jika ini terjadi, motor harus segera dimatikan dan dilakukan kuras oli (turun mesin ringan) untuk menghindari kerusakan lebih lanjut. Selain oli, air juga bisa masuk ke tangki bensin. Indikatornya cukup unik jarum bensin akan naik secara tiba-tiba karena massa jenis air yang berbeda membuat pelampung bensin terangkat.

Risiko paling menakutkan dari menerobos banjir adalah Water Hammer, yang dimana Water Hammer akan menghasilkan bunyi yang kasar. Kondisi ini terjadi ketika air masuk ke ruang bakar dan ikut terkompresi oleh piston. Karena air tidak bisa dikompresi seperti udara, tekanan yang dihasilkan menjadi sangat besar dan dapat menghancurkan komponen di dalam mesin seperti, piston, ring piston rusak dan crankshaft, bahkan dalam kasus parah stang piston bisa bengkok, ada kemungkinan blok mesin (crankcase) bisa jebol.

Masalah Jangka Panjang Karat dan Kelistrikan

Air banjir mengandung zat asam dan lumpur jika mengenai rangka sepeda motor akan mempercepat timbulnya karat, bahkan bisa terpotek menjadi dua ataupun patah. Selain itu, soket-soket kelistrikan yang terendam air dalam waktu lama dapat menyebabkan korsleting. Sangat disarankan untuk membersihkan soket-soket tersebut dengan tisu atau cairan pembersih setelah melewati genangan air.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Motor Terlanjur Menerobos Banjir?

Meskipun motor terasa normal setelah menerobos banjir, sangat disarankan untuk melakukan perawatan mandiri atau ke bengkel seperti bersihkan Throttle Body (TB) atau karburator dari sisa uap air, cek kondisi oli jika berubah warna segera ganti, buka dan bersihkan busi jika motor sempat mogok.

Menerobos banjir adalah tindakan yang sangat berisiko. Daripada menghabiskan biaya jutaan rupiah untuk memperbaiki mesin yang terkena Water Hammer, lebih baik memilih memutar balik atau mencari alternatif jalan lain.

 

Ingin Cari Spareparts dengan Kualtias Setara Original ? 
Grosiran spareparts