Motor Jarang Servis Malah Lebih Awet, Ini alasannya
Jumat, 17 April 2026
Ketika memiliki sebuah kendaraan khususnya sepeda motor, ada yang wajib banget kalian lakuin, yaitu service atau maintenance berkala. Ini adalah salah satu yang cukup merepotkan tetapi harus dilakukan oleh kita supaya motor tetap terjaga performancenya dan jadi jarang rusak.
Kenapa Motor yang Rajin Dimaintenance Lebih Cepat Rusak?
Kita harus paham dulu mengenai maintenance motor mencakup apa saja supaya tidak terjadi kerusakan pada motor kalian.
1. Pergantian Oli Secara Rutin.
Perganti oli ini jangan pernah di skip, karena oli ini cukup krusial dan efeknya bisa dikemudian hari. Banyak part yang aus, jadi untuk perihal oli harus diganti sesering mungkin di ganti sesuai dengan jadwal yang ada atau idealnya dilakukan setiap 2.000 - 3.000 KM.
2. Lakukan Servis Rutin.
Servis rutin ini mencakup tune up seperti membersihkan throttle body cvt, ganti kampas rem, dan ganti sparepart yang sudah aus, Itu adalah dasar dari maintenance service motor. Jika di telaah memang benar maintenance motor seperti bisa menjaga performance motor kita, tapi kenapa motor yang sering di maintenance lebih tidak awet dibandingkan motor yang jarang di service? Jawabannya ada di throttle body. Diketahui throttle body atau TB memiliki lapisan coating khusus, kemudian TB juga memiliki sensor TPS, punya juga idle control, dan biasanya semua itu sudah di kalibrasikan oleh pabrikan dan jika terlalu sering di bersihkan coatingnya akan bisa ausnya pun bisa terganggu yang pada akhirnya ECU bisa kehilangan referensi awal.
Throttle body bisa di jadikan masalah utama jika motor kalian dirasa berat, brebet, dan lainnya. Pada akhirnya jika motor kalian merasakan hal tersebut dan kalian ke bengkel, kemungkinan TB kalian akan selalu dibersihkan terlebih dahulu dan jika terlalu sering, maka lapisan tersebut akan hilang dan itu akan membuat motor kalian jadi rusak, padahal selalu diservis rutin.
Lalu kapan ganti throttle body yang benar? Semua punya acuannya masing-masing dan dibuku manual setiap produsen pun biasanya berbeda-beda. Namun, alangkah baiknya bersihkan TB dalam interval waktu 3-6 bulan sekali saja, karena faktanya selama oli kalian tidak naik ke filter udara dan sistem lainnya bagus, TB akan jarang kotor.
3. Servis bagian CVT.
Gredek adalah masalah utama, maupun itu di motor Honda, Yamaha, Suzuki, atau motor lainnya. Jika gredek solusinya bongkar CVT, bersihkan kotoran di CVT dan amplas kampas gandanya supaya gigit lagi dan tidak selip, Tapi sayangnya jika kalian lakukan hal ini terlalu sering juga akan bisa merusak motor kalian dan terkadang memang gredek akan hilang pada satu minggu pertama, tapi dalam beberapa minggu kedepan gredeknya akan datang kembali biasanya gredeknya akan lebih parah dan disertai beberapa gejala lainnya. Misalnya, berdecit, namun kenapa hal ini bisa terjadi? Secara harfiah membersihkan CVT sesering mungkin sebenarnya tidak masalah, paling bautnya yang cepat haus di kepalanya atau batangnya, Tapi yang jadi masalah biasanya yang mengerjakannya.
4. Setel Klep.
Setel klep ini biasanya sering di lakukan jika terasa boros bensin, karena jika klep yang terasa terlalu rapat atau terlalu kendor bisa menyebabkan pembakaran tidak sempurna. Menurut buku panduan honda, biasanya setel klep biasanya dilakukan setiap 2.000 KM setidaknya diperiksa, namun sayangnya ketika hal ini sering dilakukan, motor bukannya benar malah lebih boros bahkan yang lebih parah tenaga yang dihasilkan berkurang. Tapi kenapa semua hal ini bisa terjadi? adanya intervensi manusia terhadap sistem mekanik dan setiap intervensi manusia akan selalu membawa resiko, Setiap mekanik biasanya mempunyai cara tersendiri dalam cara maintenance ada yang dengan cara A, ada yang dengan cara B, dan ada yang dengan cara lainnya. Misalnya, mekanik A memiliki pemikiran servis CVT harus di berikan gris sebanyak mungkin supaya putarannya lancar, sedangkan mekanik B memiliki pikiran yang berlawanan berikan gris secukupnya, supaya tidak meleber kemana-mana.
Kemudian kenapa hal ini bisa terjadi? Karena pemasangan part yang tidak benar ini adalah hal yang paling umum terjadi Ketika motor kalian sering dimaintenance malah ada saja masalahnya, seperti oli netes, tenaga ngempos. pemasangan part ini sering banget di sepelein beberapa orang misalnya di motor kopling dan lagi mau dimaintenance plat kopling yang dimana kalian harus membuka bak mesin kanan, Jika pemasangan yang tidak benar atau bautnya tidak sama tekanannya, biasanya malah bisa meler ke olinya. Untuk prelasi, jika bautnya kurang pas atau pemasangannya kurang tekananannya atau tekanan yang kurang merata tenaganya akan hilang dan mungkin bisa ngelos dalam kasus terparah. Jadi perihal mekanik ini yang kurang presisi dalam keawetan motor kita.
Kesimpulan:
Servis motor itu sangat perlu dilakukan tapi dalam interval yang tepat, menservis motor yang terlalu sering itu cukup berbahaya apalagi jika dikerjakan oleh mekanik yang terlalu mengandalkan feeling dan untuk perihal motor yang jarang di servis kenapa lebih awet? Karena motor tersebut jarang banget di interferensi dari manusia semakin jarang adanya interferensi dari manusia terhadap mesin, maka mesin tersebut akan lebih awet. Jadi daripada di maintenance lebih sering, mending lebih baik dirawat motor kalian, Hal yang paling krusial ada di oli, selama olinya bagus kemungkinan besar motor kalian akan selalu bagus, TB akan jarang kotor, klep tidak ada renggang dalam waktu singkat dan lainnya. Mesin tidak pernah kekurangan mineral dari oli sehingga oli naik karena keenceran tidak pernah terjadi.
Maka dari itu, kalian harus menjaga oli di motor kalian. jika kalian rutin ganti oli, kalian akan terhindar dari semua hal ini, dan yang pasti kalian akan terhindar dari yang namanya ‘oli sesat’ untuk membersihkan motor kalian.
