Ini Dia 7 Perawatan Motor yang Kurang Berguna, Bahkan Dapat Merusak Motor
Jumat, 06 Februari 2026
Merawat motor itu penting, tetapi tidak semua perawatan motor yang sering dipraktikkan pemilik motor benar-benar bermanfaat. Bahkan, ada beberapa yang justru memperpendek umur komponen, membuat performa turun atau malah menimbulkan kerusakan baru.
Berikut 7 perawatan motor yang sebenarnya tidak perlu, bahkan bisa memicu masalah jika dilakukan terus-menerus.
Daftar IsiTutup
Memanaskan Mesin Terlalu Lama.
Mesin modern dengan sistem injeksi bahan bakar hanya membutuhkan waktu pemasanan singkat setikar 1-2 menit, untuk motor matic cukup 30 detik sampai suhu mesin stabil, sebelum dikendarai dengan kecepatan rendah. Membiarkan motor idle (langsam) terlalu lama hanya membuang-buang bahan bakar dan berpotensi menyebabkan penumpukan karbon pada mesin, jadi untuk memanaskan sepeda motor cukup sebentar saja agar oli melumasi komponen, lalu langsung Kendari motor dengan kecepatan rendah.
Baca Juga : 5 Alasan Kenapa Motor Honda Disukai Orang Indonesia
Memakai Oli di Esel / Minyak Goreng.
Banyak orang menggunakan oli diesel di motornya untuk membersihkan mesin, padahal oli diesel ataupun minyak goreng dapat merusak motor kalian. Memang oli diesel fokus utamanya untuk membersihkan, maka dari itu oli diesel memiliki kandungan deterjen yang sangat tinggi, tapi perlu kalian tahu bahwa oli diesel tidak digunakan untuk motor terutama motor matic memiliki celah yang sangat kecil pada dinding mesin, komponen internal dan karakteristik oli diesel itu kental, makanya hal yang dirasakan Ketika menggunakan oli diesel adalah Ketika mesin dingin motor akan memiliki tarikan yang cukup berat.
Service Throttle Body.
Membersihkan komponen ini dapat dilakukan secara berkala untuk menjaga performa mesin, responsivitas dan efisiensi bahan bakar. Idealnya serivis throttle body dilakukan setiap 10.000-15.000 KM, wajib kalian service jika sudah menyentuh angka tersebut, supaya performa pada motor kalian kembali seperti semula. Kamu bisa melakukannya ini sendiri, namun ada cara aneh yang cukup sering dilakukan beberapa bengkel, yaitu dengan cara motornya digeber dan cairan injektor cleaner di semprotkan langsung ke throttle body. Memang throttle body dapat bersih dengan cara instan ini, namun kotoran throttle body tersbut akan masuk ke ruang bakar dan banyak orang yang berpendapat kalau kotoran tersebut yang masuk ke ruang bakar itu tidak berbahaya, karena bisa habis terbakar oleh pembakaran. Membersihkan throttle body secara instan ini memang tidak berbahaya jika dilakukan 1-2 kali, tetapi kalau keseringan bisa merusak motor.
Busi Racing dipakai di Motor Harian.
Busi racing tidak disarankan untuk motor harian standar karena busi racing di rancang untuk kompresi tinggi dan suhu ekstrem. Api yang dihasilkan busi racing memang tinggi daripada busi standart, namun umur busi racing tidak seawet busi standar, sebenarnya bukan businya yang umurnya pendek tapi karena businya cepat hitam dan tidak bekerja dengan optimal, makanya umurnya jadi lebih pendek. Jika busi racing dipakai dipakai di motor harian atau standart dapat menyebabkan pembakaran jadi kurang optimal, kalau pembakaran kurang optimal akselerasi jadi kurang stabil.
Menggeberkan Motor Setelah Cuci Motor.
Mencuci sepeda motor memang menjadi hal yang cukup penting, jika kita tidak mencuci motor kita maka kotoran akan menumpuk dan menyebabkan kerusakan pada beberapa part yang ada di motor. Setelah mencuci motor otomatis motor kita akan basah, untuk mengeringkannya tinggal di diamkan saja atau bisa dinyalakan motornya dan di bawa jalan biasa. Sebagian orang menggeberkan motornya untuk menghilangkan air didalam mesin motor, apalagi menggeber motor sampai limit meter. Motor yang telah di cuci suhu mesin motor akan turun atau dingin, jika mesin dingin langsung di geber-geber mesinnya bisa stress karena komponen yang masih dingin dipaksa kerja keras. Khusus motor matic tidak disarankan sama sekali untuk menggeberkan motor setalah di cuci karena hal ini dpat merusak mesin motor itu sendiri.
Semprot Kompresor ke Lubang Oli.
Meyemprotkan angin kompresor ke lubang oli sangat tidak disarankan karena angin kompresor membawa uap air dan kotoran mengontaminasi oli baru, mengurangi daya lumas, dan berpotensi merusak seal atau komponen internal mesin akibat tekanan tinggi. Jika hal ini terus berlangsung walaupun kalian sudah melalukan perawatan ganti oli, tapi hal ini malah bisa bikin haus komponen mesin motor. Waktu yang tepat saat mengganti oli yaitu di pagi hari karena setelah mesin motor mati semalam an oli akan berkumpul dibawah, oli yang keluar jadi lebih banyak daripada mesin saat panas.
Mencuci Motor Setiap Hari Secara Berlebihan.
Memang mencuci dan menjaga kebersihan motor itu baik, namun mencuci motor setiap hari dengan semprotan air bertekanan tinggi yang diarahkan ke komponen sensitif seperti aki, busi, atau sistem kelistrikan lainnya dapat menyebabkan kerusakan seiring waktu. Membersihkan kotoran pada motor penting, namun tidak perlu berlebihan.
Perawatan motor yang baik tidak selalu tentang melakukan banyak hal, tetapi tentang melakukan hal yang benar pada waktu yang tepat. Menghindari perawatan yang tidak perlu dapat menghemat uang, menjaga kondisi motor tetap optimal, dan mencegah kerusakan akibat perlakuan yang keliru.
